Kamis, 16 Mei 2013

Langkah-langkah Memelihara Hamster Yang Baik



      jenis hamster yang bisa anda temukan saat ini, mulai dari Hamster emas, Hamster Siberia, hingga Hamster kerdil. Hamster emas memiliki banyak variasi warna dan bulu, sedangkan hamster kerdil hanya memiliki beberapa warna. Jika anda tidak sabaran, lebih baik memelihara Hamster Emas karena mereka lebih mudah untuk dijinakkan. Berikut adalah beberapa tips untuk merawat dan memelihara hamster:
Apakah anda sedang memelihara hamster di rumah? Jika iya, sebaiknya anda lebih perhatian lagi dengan hewan imut yang satu ini. Idealnya kita memelihara hamster yang sudah berusia lebih dari 6 minggu. Jika anda memelihara hamster sejak kecil, mereka akan lebih mudah untuk dijinakkan. Ada banyak caranya :
  1. Letakkan kandang hamster di tempat yang baik, jauh dari aliran angin dan paparan matahari langsung. Letakkan pada tempat-tempat yang sering anda datangi agar mereka terbiasa melihat anda. Bagian bawah kandang sebaiknya ditutupi dengan sebuah bidang, bisa dari kayu atau lainnya karena akan dipergunakan untuk meletakkan perlengkapan mereka. Tebal alas ini kurang lebih 2 cm. Pilihlah bahan yang mampu menyerap cairan dan tidak bersifat racun, seperti kayu.
  2. Letakkan botol air di dalam kandang dan jaga agar selalu bersih. Perhatikan dengan seksama tempat menggantungkan botol air agar hamster bisa menjangkaunya. Sebisa mungkin hindari meletakkan botol tepat di atas alas karena bisa menyebabkan pembusukan, terutama jika alas terbuat dari kayu. Kayu yang membusuk bisa membahayakan kesehatan hamster ada.
  3. Tips penting lain dalam memelihara hamster adalah berikan mainan di dalam kandang karena mereka suka bermain. Anda bisa memasukkan kardus ke dalam kandang agar mereka bisa bersembunyi. Atau jika anda memiliki tisu toilet yang sudah habis, pakai kertas karton yang berbentuk tabung itu sebagai mainan mereka. Mereka akan senang keluar masuk lubang karton tersebut.
  4. Buatkanlah tempat tidur untuk mereka. Siapa bilang hanya manusia yang memerlukan tempat tidur. Hewan juga perlu agar tidur mereka nyaman. Anda bisa membuat tempat tidur dari sebuah kardus kecil. Lubangi kardus tersebut pada 2 tempat, yaitu di depan dan di belakang. Kemudian masukkan serat-serat kayu ke dalamnya agar mereka nyaman. Mereka tidak akan buang air di dalam kotak itu, jadi tidak perlu sering-sering menggantinya.
  5. Berikan hamster makanan bergizi. Saat ini sudah banyak makanan yang dibuat khusus untuk hamster. Jika anda serius dalam merawat hamster, coba saja belikan makanan kemasan ini. Beri mereka makan 2 kali sehari. Anda juga bisa memberikan sayur dan buah sebagai selingan agar mereka tidak bosan. Jika ingin mengganti makanan mereka, berikan dulu sedikit. Jika mereka tidak suka, sebaiknya tidak dilanjutkan. Sebaliknya, jika mereka menyukainya anda bisa menambahkan lebih banyak.
  6. Latihan juga diperlukan saat memelihara hamster. Anda hanya perlu memasukkan roda khusus sebagai tempat mereka bermain. Ini adalah salah satu peralatan wajib di dalam kandang hamster. Tidak perlu susah-susah membuatnya karena benda ini banyak terdapat di toko-toko hewan. Sesekali biarkan mereka berkeliaran di luar, jangan terus meletakkannya di dalam kandang.
  7. Jangan lupa cuci kandang hamster seminggu sekali agar sanitasinya terjaga. Saat membersihkan kandang, letakkan hamster pada tempat yang aman. Membersihkan kandang hamster cukup mudah. Pertama keluarkan semua barang yang terdapat di dalam kandang. Kemudian masukkan kandang ke dalam air yang sudah dicampurkan dengan desinfektan. Biarkan beberapa saat, kemudian angkat dan keringkan.
  8. Keluarkan makanan yang tersisa di dalam kandang sesegera mungkin. Makanan yang berjamur juga bisa membuat hamster menjadi sakit.
  9. Satu aturan penting dalam merawat hamster, jangan memandikannya karena mereka bisa membersihkan diri sendiri. Namun jika anda sangat khawatir dengan kesehatan mereka, silakan mandikan namun jangan terlalu sering. Dua minggu sekali sudah cukup, caranya adalah dengan melepaskan mereka ke dalam sebuah baskom berisi air. Saat mereka berenang, ini akan membersihkan kotoran di bulu mereka. Jangan memakai produk pembersih saat memandikan mereka.




Minggu, 05 Mei 2013

Pembuatan Kokon menjadi Benang dan Limbah Sutra


            Pembuatan Benang dengan Mesin Reeling

                Sebelum kokon dapat diuraikan menjadi benang pada mesin reeling, terlebih dahulu harus dimasak dengan air panas yang bersuhu ± 95ºC selama 1 – 2 menit. Pemasakan ini dilakukan agar ujung-ujung serat-serat filamen sutera mudah dicari dan diuraikan pada saat reeling. Penguraian dan pencarian ujung filamen dilakukan dengan peralatan sikat yang berputar-putar pada mesin Reeling.

Air yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat :
- Harus bersih, jernih dan bebas dari macam-macam kotoran.
- Sedapat mungkin netral atau sedikit alkalis dengan pH 6,8 – 8,5.
- Kesadahan diantara 8º – 10º, kesadahan Jerman.
- Sisa penguapan 0,15 – 0,2 gr/1.

                Pada mesin reeling konvensional sejumlah ujung filamen dari beberapa buah kokon, disatukan dan ditarik melalui pengantar, kemudian digulung pada kincir atau haspel. Filamen dapat diberi sedikit antihan agar dapat saling berpegangan satu sama lainnya.
Setiap pekerja dapat memegang mesin Reeling sampai 20 mata pintal. Biasanya setiap mata pintal terdiri dari 5 – 8 buah kokon. Pada mesin Reeling otomatis yang dilengkapi dengan alat pencari dan penyuap filament secara mekanis, seorang pekerja dapat memegang 400 – 600 mata pintal, dengan kemampuan produksi 3 – 4 kali mesin Reeling konvensional.
                Serat yang dihasilkan digulung dalam bentuk streng, kemudian dibundel dengan ukuran berat
± 6 pound, yang disebut “books”. Selanjutnya books-books ini dipak dalam bentuk bal, yang dapat langsung dikapalkan.

                Benang sutera tersebut setelah sampai di pabrik Pertenunan atau Perajutan, sebelum digunakan biasanya dilakukan pengerjaan-pengerjaan persiapan, sebagai berikut :
- Penggulungan kembali pada spool
- Penggintiran dengan mesin gintir
- Untuk memantapkan antihan terlebih dahulu dimasukkan kedalam kamar uap selama ± 30 menit
- Penghilangan serisin Pemintalan dengan mesin Reeling dapat dilakukan dalam
dua cara, yaitu :

• Cara Italy atau cara tavelle, dimana sekelompok filament kokon dipersatukan dan dililitkan satu sama lain (untuk mendapatkan benang yang rata dan daya lekat yang tinggi antar filamenfilamennya). Cara ini banyak digunakan di Indonesia.
• Cara Perancis atau cara Chambron dimana dua kelompok filamen kokon dililitkan satu sama yang lain. Kemudian lilitan tersebut dipisahkan kembali untuk digulung pada dua kincir yang terpisah.



            Limbah Sutera

Limbah sutera terdiri dari :
• Limbah yang terjadi pada saat pengerjaan pada mesin reeling.
• Bagian dalam kokon yang tidak berguna.
• Limbah kokon cacat yang filamennya terputus.
• Limbah yang terjadi pada saat pengerjaan penggintiran pada mesin gintir.
                Limbah sutera tersebut diatas kemudian dipak dan dikirimkan ke Pabrik Pemintalan dalam bentuk bal. Sebelum dikerjakan, limbah ini terlebih dahulu dibersihkan dan dimasak (degumming) yang dapat dilakukan dengan dua cara/proses, seperti :
• Proses Inggris, yaitu dengan memasak atau merebusnya dalam larutan sabun. Larutan ini melarutkan serisin dan menghasilkan filamen halus.
• Proses kontinental, yaitu dengan menggunakan teknik fermentasi pada mana ± 20% dari serisinnya masih terkandung dalam bahan sutera tersebut.
                Bahan sutera yang telah mengalami pemasakan selanjutnya dikerjakan dengan mesin-mesin yang sama seperti, pada proses pengerjaan wol dan seratserat staple lainnya. Serat-serat mengalami pengerjaan pembukaan, penguraian dan peregangan serta penyisiran. Kemudian
disuapkan pada mesin Roving dan mesin Ring Spinning serta Twisting. Hasil benangnya disebut Spun Silk.