Minggu, 02 Juni 2013

Diet Berdasarkan Golongan Darah

   
            Melakukan program diet, selain perhatikan kandungan gizi sebaiknya, anda juga lihai membedakan jenis makanan. Jenis makanan harus diketahui sebelum mengkonsumsinya. Manfaat dan kegunaannya pun berbeda. Berikut makanan yang sesuai dengan tipe golongan darah :
     
      A.      Golongan Darah O
                Makanan tinggi protein dan kurangi karbohidrat. Beberapa diantaranya brokoli, ubi, kacang-     kacangan, daging, ayam, dan ikan.

      B.      Golongan Darah A
                Makanan berkarbohidrat tinggi dan kurangi lemak. Ada bayam, ikan, wortel, dan pisang.

      C.      Golongan Darah B
                Susu dan produk susu. Ada ikan, keju, the hijau, cumi-cumi, kentang, sawi, dan alvokad

       D.      Golongan Darah AB

                Dapat menyesuaikan dengan berbagai jenis makanan. Seperti ikan, sayuran, daging, kelapa, kopi, lobster, dan jagung.

Manfaat Tempe Pencegah Kanker Payudara

       
        Tempe tak hanya dikenal dikenal sebagai sumber protein nabati bagi tubuh. Tetapi, studi ilmiah menyatakan bahwa, kedelai mampu mengatasi kanker. Termasuk kanker payudara.
                Kacang kedelai pada tempe diyakini memiliki protein yang memiliki potensi besar melawan pertumbuhan kanker. Rajin mengkomsumsi yang mengandung kacang kedelai, seperti temped an mengurangi resiko terkena kanker payudara.
                Dalam kedelai, terkeandung zat kimia penting bernama genistein yang diklaim memiliki potensi melawan kanker. Genistein ini, apabila digunakan secara tepat, dapat menyediakan perlindungan bagi kaum remaja wanita terhadap penyakit ganas tersebut.
                Sejauh ini, baru ada tiga riset yang meniliti manfaat kedelai pada masa pubertas serta pengaruhnya pada perkembangan kanker payudara tahap lanjut. Riset-riset ini mengindikasikan bahwa kedelai menawarkan efek perlindungan yang sangat kuat, yakni 50 persen penurunan resiko kakner payudara ketika dikonsumsi selama masa kanak-kanak dan awal remaja. Kandungan serat membuat tempe memiliki banyak manfaat. Ada untuk saluran cerna, namun berguna juga untuk menghilangkan racun dan kolestrol sebagai pemicu gejala kanker payudara.

                Selain  itu, tempe sangat aman dikonsumsi oleh penderita penyakit diabetes mellitus. Kandungan serat dan proteinya dapat menghambat meningkatnya kadar gula darah. Penderita diabetes biasanya gampang menghadapi gejala aterosklerosis atau radang pembuluh darah yang mengenai jantung, sehingga harus tetap dalam kondisi rendah. Inilah mengapa mengkonsumsi tempe baik untuk penderita diabetes.

Mengenal Gejala Usus Buntu

     
          Apabila anda sering merasa sakit pada bagian perut, coba periksakan apakah gejala-gejala tersebut sama dengan gejala usus buntu berikut ini :
·         Rasa sakit pada bagian ulu hati dan pusar yang kadang dating dan kadang hilang.
·         Selanjutnya akan mengalami rasa sakit pada bagian abdomen (perut) sisi kanan beberapa jam setelah gejala pertama. Rasa sakit dengan intensitas yang kuat dan bahkan disertai dengan demam pada penderitanya. Suhu tubuh dapat mencapai 39 derajat celcius dan menetap.
·         Rasa sakit pada perut juga disertai dengan mual dan kembung. Rasa mual juga dapat menyebabkan penderita muntah apabila perut berisi makanan.
                Untuk memastikan apakah gejala-gejala tersebut merupakan indikasi usus buntu, pihak medis biasanya melakukan pemeriksaan penunjangan untuk memastikan diagnosanya. Pemeriksaan yang dilakukan biasanya dengan menggunakan USG pada bagian abdomen, pemeriksaan foto radiologic , dan pemeriksaan laboratorium urine.
                Pada pemeriksaan urine, pengecekaan dilakukan dengan melihat apakah jumlah eritrosit dan leukosit pada apendiks melebihi batasan normal atau tidak. Kelebihan jumlah eritrosit dan leukosit mengindikasikan bahwa terjadinya peradangan pada apendiks.
                Pada kasus usus buntu, penyembuhan dilakukan dengan cara operasi. Ada dua cara operasi usus buntu yang dilakukan. Pertama, disebut dengan Apendiktomi Konvensional. Kedua dinamakan Apendiktomi Laparoskopik.

                Apendiktomi Konvensional dapat dilakukan pada pasien dengan berat badan normal.  Sedangkan apabila pasien memiliki berat badan di atas normal pada usia tertentu, atau disebut obesitas, maka pembedahan akan dilakukan denga cara Apendiktomi Laroskopik

Dampak Buruk Tidur Terlalu Lama

           
    Setiap orang memang membutuhkan tidur dan istirahat yang cukup dalam sehari. Namun, terlalu banyak tidur juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Terlalu banyak tidur seringkali dikaitkan dengan penyakit yang serius, bahkan kematian. Salah satu penyakit yang sudah pasti dialami karena banyaknya waktu tidur adalah diabetes.
                Berapa lama kita tidur itu bervariasi. Tergantung dari usia, kesibukan, kondisi kesehatan dan gaya hidup.  Akan tetapi, tidur berlebihan tidak selalu dipicu oleh kelainan tidur. Banyak tidur bisa jadi juga karena faktor eksternal, seperti habis menengguk minuman beralkohol ataupun karena mengkomsumsi obat-obatan. Faktor lain yang memicu pula adalah karena sedang stress.
                Tidur berlebihan biasanya juga dikaitkan dengan status social ekonomi seseorang. Orang-orang yang status social ekonominya rendah, umumnya tidak mampu membayar dokter ataupun berobat ke rumah sakit. Sehingga penyakit lain yang dialami tidak terdiagnosa. Seperti penyakit jantung. Lantas mereka mengatasinya dengan tidur lebih lama. Di luar itu, memang ada pula orang yang gemar tidur berlama-lama.
                Dampak buruk lainya adalah obesitas. Kelelahan dan rasa nyeri biasa sering timbul pada bagian punggung dan belakang.

                Banyak cara agar kita dapat terbiasa tidur cepat dan bangun lebih awal. Mulailah dari yang paling umum, yaitu berolahtraga pagi. Kegiatan seperti ini sangatlah membantu proses pemanasan dan pembakaran kalori dalam tubuh, sehingga obesitas dapat dihindari. Selain itu, atur pola makan. Hindari selalu memakan makanan cepat saji. Pilihlah makanan yang bahanya alami. Maka dengan itu, tidur menjadi berkualitas dan tubuh menjadi fit.